Jakarta — Persaingan BRI Super League 2026/2027 belum dimulai, tetapi daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi sudah menarik perhatian. Stjepan Loncar menjadi nama paling mahal, sementara Thom Haye yang musim lalu berada di posisi teratas kini harus turun satu tingkat.
Persija Dominasi Daftar Teratas
Persija Jakarta menjadi klub paling menonjol dalam daftar ini dengan menempatkan dua pemain. Selain itu, Persib Bandung juga memiliki dua wakil, sedangkan klub promosi Garudayaksa FC berhasil memasukkan satu pemain ke lima besar.
Loncar menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi. Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina tersebut diboyong Persija secara permanen dari NK Istra 1961 dan mendapatkan kontrak selama dua musim.
Pemain berusia 29 tahun itu memiliki nilai pasar Rp20,86 miliar. Meski menjadi yang tertinggi di kompetisi, angka tersebut sebenarnya menurun dibandingkan valuasinya saat masih memperkuat Istra 1961, yakni Rp22,6 miliar.
Thom Haye Turun Satu Posisi
Thom Haye kini berada di urutan kedua dengan nilai pasar Rp15,64 miliar. Gelandang Persib Bandung tersebut sebelumnya menjadi pemain dengan valuasi tertinggi pada musim lalu.
Pada BRI Super League 2025/2026, Haye tampil dalam 19 pertandingan dan menghabiskan 2.103 menit di lapangan. Ia mencatat lima gol serta lima assist, selain menerima lima kartu kuning.
Meski masih menjadi salah satu pemain paling bernilai di kompetisi, harga pasar Haye mengalami penurunan. Musim sebelumnya, nilainya berada di angka Rp17,38 miliar.
Dua Pemain Berbagi Nilai Pasar Rp13,91 Miliar
Posisi berikutnya ditempati dua pemain yang memiliki nilai pasar sama, yakni Rp13,91 miliar.
Alexander Jeremejeff menjadi salah satunya. Penyerang asal Swedia itu merupakan rekrutan Persija dari PAOK Salonika. Sebelum bermain di Yunani, Jeremejeff juga pernah membela FC Twente dan Panathinaikos.
Kehadirannya diharapkan dapat menambah ketajaman lini depan Macan Kemayoran. Dengan valuasi Rp13,91 miliar, Jeremejeff menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi kedua di dalam skuad Persija setelah Loncar.
Sementara itu, Garudayaksa FC memiliki Brian Rubio dengan nilai pasar yang sama. Penyerang Meksiko tersebut didatangkan dari Mazatlán FC dan menjadi salah satu transfer penting klub promosi itu.
Pada musim sebelumnya, Rubio mencetak delapan gol dan satu assist dari 32 penampilan bersama Mazatlán FC. Pemain berusia 29 tahun tersebut kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di Garudayaksa FC.
Mariano Peralta Lengkapi Lima Besar
Nama terakhir adalah Mariano Peralta dari Persib Bandung. Penyerang sayap asal Argentina itu memiliki nilai pasar Rp13,04 miliar.
Peralta datang ke Persib setelah menjalani musim impresif bersama Borneo FC. Sepanjang kompetisi 2025/2026, ia menghasilkan 20 gol dan 14 assist. Performa tersebut membawanya meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik atau MVP.
Nilai pasarnya juga mengalami peningkatan. Dari Rp10,4 miliar pada musim sebelumnya, valuasi Peralta kini mencapai Rp13,04 miliar.
Daftar 5 Pemain Termahal
Jika disusun berdasarkan nilai pasar yang tercantum dalam artikel sumber, lima pemain tersebut adalah:
- Stjepan Loncar (Persija Jakarta) — Rp20,86 miliar
- Thom Haye (Persib Bandung) — Rp15,64 miliar
- Brian Rubio (Garudayaksa FC) — Rp13,91 miliar
- Alexander Jeremejeff (Persija Jakarta) — Rp13,91 miliar
- Mariano Peralta (Persib Bandung) — Rp13,04 miliar
Penutup
Daftar tersebut menunjukkan ketatnya persaingan nilai pasar menjelang BRI Super League 2026/2027. Persija dan Persib sama-sama memiliki dua pemain dalam lima besar, sementara Garudayaksa FC langsung menghadirkan satu nama dengan valuasi tinggi melalui Brian Rubio.
Keyword SEO: BRI Super League 2026/2027, pemain termahal Liga Indonesia, Stjepan Loncar, Thom Haye, Persija Jakarta, Persib Bandung, Brian Rubio, Alexander Jeremejeff, Mariano Peralta







